Hari ini kami, -saya dan Pak Mulyono-, jalan ke sebuah rumah sakit swasta di kota Tangerang. Agendanya sederhana, ketemu salah satu kontraktor yang lagi ngerjain proyek penambahan gedung di rumah sakit itu.
Kami janjian di lobi. Ada cafe kecil di pojok, dengan beberapa meja dan kursi buat pengunjung. Tempatnya gak besar, tapi cukup nyaman buat ngobrol santai sambil nunggu. Di situ lah semuanya dimulai.
Kontraktor yang jadi klien kami itu lalu ngenalin kami ke direktur finance rumah sakit. Gak lama, ikut gabung juga direktur dari perusahaan kontraktor lain yang pegang proyek interior rumah sakit tersebut. Obrolan mulai mencair, perkenalan ngalir natural. Dari yang tadinya cuma ngobrol formal, tiba-tiba udah kayak kenalan lama. Hampir dua jam kami duduk bareng, santai tapi bernutrisi.
Di tengah obrolan itu, CEO rumah sakit tiba-tiba hadir menyapa. Gak lama, tapi cukup bikin suasana makin cair. Lalu dua orang lagi gabung, user yang bertanggung jawab atas proyek rumah sakit, dan satu lagi pemilik pabrik kosmetik. Dari yang tadinya small meeting, tiba-tiba berubah jadi mini forum bisnis dadakan.
Dan di fase itulah saya terdiam beberapa kali.
Soalnya begitu masuk ke obrolan bisnis, yang keluar itu bukan angka-angka biasa. Ada yang baru bangun pabrik 60 miliar. Ada yang lagi proses akuisisi rumah sakit swasta. Ada yang punya bandara, ada yang punya tambang nikel. Saya cuma bisa mikir, “Gila… levelnya udah di luar radar.” Bisnis kami langsung berasa recehan kalau dibandingin. Beneran kayak ikan cupang ketemu paus biru.
Tapi yang bikin kami makin respect, justru bukan angka-angka gede itu. Yang bikin kami kagum adalah satu hal: mereka semua humble. Sikapnya santai, ramah, gak ada yang sok tinggi. Mereka dengerin kami, mereka tanggepin, mereka treat kami sebagai partner. Bukan sebagai ‘bisnis kecil’ yang numpang lewat.
Dan itu yang bikin kami pulang dengan hati penuh.
Hampir tiga jam ngobrol, dan gak ada satu menit pun yang kerasa sia-sia. Wawasan baru kebuka. Mindset ketarik naik. Peluang-peluang kolaborasi muncul dari arah yang bahkan gak pernah kami pikirkan sebelumnya.
Kami belajar satu hal besar hari ini:
Kadang, kita gak butuh seminar mahal buat naik level. Kita cuma perlu hadir di tempat yang tepat, ketemu orang yang tepat, dan cukup rendah hati untuk banyak mendengar.
Karena ternyata, ketemu pemain besar bukan buat bikin minder. Tapi buat bikin kita sadar bahwa dunia bisnis itu luas banget, dan ada ruang untuk siapa saja yang mau naik kelas.
Dan Kawan Listrik siap naik kelas.
Pelan, tapi pasti.

0 Komentar